yay yay yay
HOTARU
Saturday, June 16, 2018
Monday, June 11, 2018
Lawak 2
Oke, mari untuk post kali ini kita beri judul Lawak 2.
Menyambung dari post yang pertama berjudul Lawak, kemudian gue menyadari jokes selanjutnya mengenai lawak yang pertama.
Ternyata, gue baru sadar kalau ini lawak karena hft.......
Memang gue salah menanggapi.
HEBOH BANGET YA LORD. Literally, ada loh ternyata orang heboh buat hal yang simple sebetulnya. kemudian karena kemasan heboh itu, ekspektasi lu pun ya gasalah kalau jadi kemana mana. zonk bet ini gak bohong.
intinya, gue shock dan agak pengen nyeleding 'keadaan' yang sebenernya kagak bisa disleding juga. gue cuma bisa ketawa karena ini yang kurang cerdas siapa.
'Someone doesn't deserve.'
pertanda mungkin someone kurang cerdas. yasudah.
mari kita post ya.
Menyambung dari post yang pertama berjudul Lawak, kemudian gue menyadari jokes selanjutnya mengenai lawak yang pertama.
Ternyata, gue baru sadar kalau ini lawak karena hft.......
Memang gue salah menanggapi.
HEBOH BANGET YA LORD. Literally, ada loh ternyata orang heboh buat hal yang simple sebetulnya. kemudian karena kemasan heboh itu, ekspektasi lu pun ya gasalah kalau jadi kemana mana. zonk bet ini gak bohong.
intinya, gue shock dan agak pengen nyeleding 'keadaan' yang sebenernya kagak bisa disleding juga. gue cuma bisa ketawa karena ini yang kurang cerdas siapa.
'Someone doesn't deserve.'
pertanda mungkin someone kurang cerdas. yasudah.
mari kita post ya.
Sunday, June 10, 2018
Lawak
Mari kita beri saja judul post ini adalah 'Lawak'.
Sebenernya gue gak ngelucu juga sih. cuma mau nulis suatu fakta bahwa gue ternyata telah mengalami kejadian berpola, persis, sebanyak dua kali.
wow. baru dua kali rasanya udah lemes banget gue wkwk
gue kagok sedih banget kali ya sampe pas gue sadar ternyata ini kejadian traumatis yang telah terjadi sebanyak dua kali aja loh.
makanya gue ngerasa ini sedikit menggelitik - lucu, karena ini literally dua kali. lawak.
yaudah, semoga baik-baik saja.
semoga.
Have a nice day, all.
Sebenernya gue gak ngelucu juga sih. cuma mau nulis suatu fakta bahwa gue ternyata telah mengalami kejadian berpola, persis, sebanyak dua kali.
wow. baru dua kali rasanya udah lemes banget gue wkwk
gue kagok sedih banget kali ya sampe pas gue sadar ternyata ini kejadian traumatis yang telah terjadi sebanyak dua kali aja loh.
makanya gue ngerasa ini sedikit menggelitik - lucu, karena ini literally dua kali. lawak.
yaudah, semoga baik-baik saja.
semoga.
Have a nice day, all.
Friday, August 11, 2017
yang baik untuk saat ini
aku ingin kembali seperti beberapa saat lalu
aku robot
aku pernah ditegur karena bertindak yang tidak seharusnya
aku dimarahi karena seperti robot
aku mengetahui pastinya
aku diinginkan semua orang menjadi robot
aku mengetahui bahwa mereka lupa menyadarinya
aku ingin kembali
aku ingin berkulit besi
aku ingin wajah robot yang ketika rusak akan tetap sama
aku ingin tetap menjadi besi sekali pun sudah hancur dibom
seperti beberapa saat lalu.
Menyerah
mana yang lebih baik.
mengetahui diri yang berdiri di suatu titik hanya seorang diri
atau
berdiri di suatu titik, bersebelahan dengan orang lain, berseberangan, dan bertatapan. diri sendiri mengetahui ada orang. tapi orang yang ada seakan tidak ada.
aku menyerah saja.
11 Agustus 2017
di dalam penjara, menatap penghujung yang tak terlihat
11 Agustus 2017
di dalam penjara, menatap penghujung yang tak terlihat
Wednesday, June 21, 2017
Ingin
Aku mau bertemu denganmu
aku tahu kau ada di sekitar sini
di mana pun
di sini
kau tidak akan pergi ke mana pun
izinkan aku menemuimu
ayo kita bicara
maaf kalau aku sering berkeluh kesah
maaf kalau selama ini aku bersembunyi
maaf aku seperti tidak menggapmu di saat kau selalu menemaniku
aku selalu bilang semua orang pergi
aku sering mencampakkanmu ya?
maaf ya
padahal kau sangat terlihat
aku kayak orang buta saja hehe
bantu aku belajar ya
aku benar-benar butuh bantuanmu
aku bukan apa-apa tanpamu
aku banyak kesalahan, aku kecil
hebat karena kamu mengakuiku
ah aku sudah tidak tau gimana
makasih ya
aku tau itu gak cukup haha
ayo ngobrol lagi
tanpa henti
aku tahu kau ada di sekitar sini
di mana pun
di sini
kau tidak akan pergi ke mana pun
izinkan aku menemuimu
ayo kita bicara
maaf kalau aku sering berkeluh kesah
maaf kalau selama ini aku bersembunyi
maaf aku seperti tidak menggapmu di saat kau selalu menemaniku
aku selalu bilang semua orang pergi
aku sering mencampakkanmu ya?
maaf ya
padahal kau sangat terlihat
aku kayak orang buta saja hehe
bantu aku belajar ya
aku benar-benar butuh bantuanmu
aku bukan apa-apa tanpamu
aku banyak kesalahan, aku kecil
hebat karena kamu mengakuiku
ah aku sudah tidak tau gimana
makasih ya
aku tau itu gak cukup haha
ayo ngobrol lagi
tanpa henti
War to Get Nothing
ini cerita gue ketemu sama seseorang
jadi dia ini lagi perang sebenernya. gue memerhatikan dia dari sejak gue sma sampe sekarang, dia gak berenti perang ternyata. bahkan dia pernah perang sama gue! tanpa gue sadari, bahkan mungkin sampai sekarang.
well, medan perang dia berat, sangat berat, kayak gak mungkin dia bakal bertahan. dan anehnya sampe detik ini dia bertahan. gue amaze banget dan lambat laun, seiring Tuhan memberikan gue beberapa ilmu-Nya, ternyata gue mulai memahami beberapa hal yang dia perangi, makanya gue bisa bilang dia perang sama gue juga.
dia perang sama ketamakan penghuni bumi, dia perang sama orang buta, dia perang sama robot yang gak punya nyawa dan menyerahkan diri sepenuhnya pada sistem. dan salah satunya gue. hal yang gue sadari juga bahwa dia perang bukan untuk melukai.
sampe akhirnya gue datengin sendiri dia, yang biasanya dia yang selalu menghampiri orang-orang, tapi gak terlalu paham sama kehadiran dia. emang ada rasa takut di awal, gue takut dijudge, gue takut direndahkan, gue takut sama dia yang sepertinya merasa tinggi di atas ketamakkan orang-orang. tapi gue mengurungkan niat buat takut, toh buat apa dia memerangi hal itu kalo dia sendiri pun juga begitu. buat apa dia perang sama ketamakan, keegoisan orang-orang kalo dia sendiri malah sombong atas perang yang dia usahakan itu.
fyi, kayaknya yg seumuran gue pun gak banyak yang mau ngomong sama dia. kalau kalian tau, dia tuh literally 'galak' kalau ngasih pandangan tentang hal yang dia perangi, sampe akhirnya ada yang merasa 'oh' ada yang 'penasaran', tapi kebanyakan 'bodo amat', i really know dat. sejak gue sma, ritme dia membahas topik itu gak berubah. tetep galak dan bikin muka anak-anak seangkatan gue dan sekitarnya jadi 'males'.
gue pun berani. gue gatau apa yang membuat gue berani.
obrolan gue diawali dengan hal-hal receh yang tidak disengaja. gue sok sok join bareng intinya.
sampe akhirnya naninu naninu, gue mengarahkan pembicaraan gue tentang 'ketamakan dan keegoisan'. in the end, gue cuma ngobrol bedua doang, tadinya berempat wkwkw.
oke, kita buka apa isi omongannya.
gue bisa bilang dia aktivis.
bisa gue bilang yang berpihak pada dia pun dikit banget.
banyak yang dia korbanin.
hei tau sesuatu gak
dia cuma secuil manusia diantara sebongkah besar manusia yang bahkan perang sama dia. sistem yang supeeer tidak bisa diutak-atik ini, dia perangin. well gue selalu kaget kenapa dia seberani itu.
pada akhirnya dia pernah nanya ke gue, apa yang mau gue lakuin.
gue jawab 'gue mau ngasih'
dia bilang 'apa yang mau lu kasih, kekuatan apa yang lu punya'
gue diem
until he said that 'mungkin gue banyak menghabiskan harta dan waktu bukan buat gue sendiri, gue sedih? gak sama sekali. ketika gue bisa mengurus satu desa, artinya gue bayar utang gue. hidup gue di sini ngutang, gue ngutang sama orang banyak.' dan dia bilang ini sambil senyum.
sedihnya lagi buat gue, dia bilang 'gue gak punya apa-apa, darah gue punya Tuhan, harta gue punya Tuhan, hidup gue punya Tuhan. Jadi apa kekuatan gue?'
gue masih diem
.
.
.
.
.
"Percaya."
'gue perang di sini, di medan perang gue sekarang, ya gue kalah kok. gue udah pasti kalah.'
-cry until die-
.
.
.
.
hal yang perlu gue gambarkan juga di sini, dia gak bilang hidup siapa pun salah - tapi apa yang dia jalanin adalah hidup dia, kalo ternyata seseorang memilih untuk jadi seorang karyawan dan bekerja untuk perusahaan yang katanya banyak isu melakukan kerusakan, ya kalau itu hidup dia yasudah. bahkan kerusakan pasti ada. lakukan yang lu percaya - kata dia itu
menanggapi 'kekalahan' yang hakiki itu
gue gatau literally mau nangis huhu baper ya
dia gak judge gue sama sekali sampe pada akhir pembicaraan, dia senyum selama dia menyampaikan isi hatinya, dia bilang kalah tapi dia gak takut, dia percaya sama hidup dia, dia percaya sama yang dia lakuin.
buat alumni SISGAHANA yang satu ini, maaf aku gak mau sebut orangnya.
boleh gak aku bilang orang yang percaya itu yang menang?
boleh ya?
lu pemenang banget soalnya wkwk
keren!
jadi dia ini lagi perang sebenernya. gue memerhatikan dia dari sejak gue sma sampe sekarang, dia gak berenti perang ternyata. bahkan dia pernah perang sama gue! tanpa gue sadari, bahkan mungkin sampai sekarang.
well, medan perang dia berat, sangat berat, kayak gak mungkin dia bakal bertahan. dan anehnya sampe detik ini dia bertahan. gue amaze banget dan lambat laun, seiring Tuhan memberikan gue beberapa ilmu-Nya, ternyata gue mulai memahami beberapa hal yang dia perangi, makanya gue bisa bilang dia perang sama gue juga.
dia perang sama ketamakan penghuni bumi, dia perang sama orang buta, dia perang sama robot yang gak punya nyawa dan menyerahkan diri sepenuhnya pada sistem. dan salah satunya gue. hal yang gue sadari juga bahwa dia perang bukan untuk melukai.
sampe akhirnya gue datengin sendiri dia, yang biasanya dia yang selalu menghampiri orang-orang, tapi gak terlalu paham sama kehadiran dia. emang ada rasa takut di awal, gue takut dijudge, gue takut direndahkan, gue takut sama dia yang sepertinya merasa tinggi di atas ketamakkan orang-orang. tapi gue mengurungkan niat buat takut, toh buat apa dia memerangi hal itu kalo dia sendiri pun juga begitu. buat apa dia perang sama ketamakan, keegoisan orang-orang kalo dia sendiri malah sombong atas perang yang dia usahakan itu.
fyi, kayaknya yg seumuran gue pun gak banyak yang mau ngomong sama dia. kalau kalian tau, dia tuh literally 'galak' kalau ngasih pandangan tentang hal yang dia perangi, sampe akhirnya ada yang merasa 'oh' ada yang 'penasaran', tapi kebanyakan 'bodo amat', i really know dat. sejak gue sma, ritme dia membahas topik itu gak berubah. tetep galak dan bikin muka anak-anak seangkatan gue dan sekitarnya jadi 'males'.
gue pun berani. gue gatau apa yang membuat gue berani.
obrolan gue diawali dengan hal-hal receh yang tidak disengaja. gue sok sok join bareng intinya.
sampe akhirnya naninu naninu, gue mengarahkan pembicaraan gue tentang 'ketamakan dan keegoisan'. in the end, gue cuma ngobrol bedua doang, tadinya berempat wkwkw.
oke, kita buka apa isi omongannya.
gue bisa bilang dia aktivis.
bisa gue bilang yang berpihak pada dia pun dikit banget.
banyak yang dia korbanin.
hei tau sesuatu gak
dia cuma secuil manusia diantara sebongkah besar manusia yang bahkan perang sama dia. sistem yang supeeer tidak bisa diutak-atik ini, dia perangin. well gue selalu kaget kenapa dia seberani itu.
pada akhirnya dia pernah nanya ke gue, apa yang mau gue lakuin.
gue jawab 'gue mau ngasih'
dia bilang 'apa yang mau lu kasih, kekuatan apa yang lu punya'
gue diem
until he said that 'mungkin gue banyak menghabiskan harta dan waktu bukan buat gue sendiri, gue sedih? gak sama sekali. ketika gue bisa mengurus satu desa, artinya gue bayar utang gue. hidup gue di sini ngutang, gue ngutang sama orang banyak.' dan dia bilang ini sambil senyum.
sedihnya lagi buat gue, dia bilang 'gue gak punya apa-apa, darah gue punya Tuhan, harta gue punya Tuhan, hidup gue punya Tuhan. Jadi apa kekuatan gue?'
gue masih diem
.
.
.
.
.
"Percaya."
'gue perang di sini, di medan perang gue sekarang, ya gue kalah kok. gue udah pasti kalah.'
-cry until die-
.
.
.
.
hal yang perlu gue gambarkan juga di sini, dia gak bilang hidup siapa pun salah - tapi apa yang dia jalanin adalah hidup dia, kalo ternyata seseorang memilih untuk jadi seorang karyawan dan bekerja untuk perusahaan yang katanya banyak isu melakukan kerusakan, ya kalau itu hidup dia yasudah. bahkan kerusakan pasti ada. lakukan yang lu percaya - kata dia itu
menanggapi 'kekalahan' yang hakiki itu
gue gatau literally mau nangis huhu baper ya
dia gak judge gue sama sekali sampe pada akhir pembicaraan, dia senyum selama dia menyampaikan isi hatinya, dia bilang kalah tapi dia gak takut, dia percaya sama hidup dia, dia percaya sama yang dia lakuin.
buat alumni SISGAHANA yang satu ini, maaf aku gak mau sebut orangnya.
boleh gak aku bilang orang yang percaya itu yang menang?
boleh ya?
lu pemenang banget soalnya wkwk
keren!
Subscribe to:
Comments (Atom)