aku rasa gak ada salahnya sih
menulis sebelum bekerja
pekerjaanku pun sebenarnya juga
sebagian besar adalah menulis
beberapa hal yang selalu ku
pertanyakan adalah tentang di mana nyawa tulisan-tulisan yang aku buat terutama
dalam konteks pekerjaan
semenjak itu pun jadi sering
berangan-angan hal yang aneh dan rasanya gak mungkin
semenjak itu pula aku kayaknya
melupakan banyak hal
lupa mana yang pernah terjadi dan
mana yang belum terjadi
semanjak itu juga aku selalu
bertanya seberapa pentingnya diakui, seberapa pentingnya keberanian, seberapa
pentingnya idealisme
kadang agak bodoh sih nanyain hal
yang udah jelas pernah terjadi dikehidupanku
beberapa lapisan atmosfer yang
pernah aku lewatin dan rasanya gak berubah
rasa itu muncul secara tiba-tiba
bahkan persis ketika aku membuka mata
detik ini pun aku merasa ada di
tempat ketika masih bisa guling-guling di rumput, main hujan-hujanan, pakai
kaos kaki hitam dan dimarahin karena itu, perosotan dipinggir tangga, apa pun
itu yang aku menyebutnya ‘rasa liburan’
ada rasa senang sekaligus sedih
karena aku bisa merasakan seberapa hal itu terpojokkan saat ini
aku tahu hidup ini dinamis, adaptasi
selama kau bisa dan kalau ingin bertahan
tapi pada akhirnya aku mulai
menimbang dan memerhatikan, aku gak terlalu suka mengatakan hal ini tapi aku
tahu persis mana yang sebenarnya diriku
bukan karena siapa orang yang ku
hadapi, tapi di masa apa dan semangat seperti apa
aku punya beberapa penyataan yang
secara gamblang aku bisa menyebutnya di masa lalu dan tidak di masa sekarang
ah….aku bukan ngeluh loh ya
aku hanya ingin menjadi dia yang jauh
di dalam sana ada sosok penakut
sampai dia lupa akan pentingnya
pengakuan, lupa seberapa berani dirinya, dan seberapa kuat pengetahuannya akan
dirinya
karena pada dasarnya mereka
mengakui orang penakut yang pelupa
aku hanya ingin menjadi dia
yang mencintai peperangan untuk
memperjuangkan waktu dan selalu tertutupi gelap dihadapannya
karena pada dasarnya hanya
dirinya yang tahu dirinya
untuk mu yang aku angan-angankan
menjadi dirimu. bantu aku menjadi dirimu, bantu aku sampai tak ada lagi batas
untukku mengatakan bahwa ‘kita’ adalah hal yang berbeda
catatan
harapanku besar kepadamu. lihat seberapa berbedanya diriku kan. aku tak memintamu mengambil hal yang baru ku punya, tapi kembalikan yang semestinya jadi milikku
No comments:
Post a Comment