formalitas gituu
tapi entah sejak kapan gue lupa, ada pertanyaan muncul 'buat apa lu naik gunung?'
krik.
saat itu sih gue bilangnya yaaaaaa 'back to home' (?)
entahlah. feelnya sih belom dapet
sampe akhirnya gue masih mikirin pertanyaan itu sampe sekarang
buat apa?
masih tabu buat gue
tapi semenjak kepulangan gue dari gunung sumbing kemaren
rasanya dari 60% sekarang udah naik jadi 95% bahwa gue yakin kalo ada sesuatu yang memikat gue untuk balik lagi. balik lagi mengunjungi alam macam naik gunung gitu
apa yaaaaaaa. kalo dibilang ketagihan jalan-jalan sih ENGGAK
tau sendiri naik gunung itu L-E-L-A-H
HUFFTT

udah tau capek, pegel, kenapa gue malah mau aja balik lagi ke situ?
Pembelajaran itu akan lebih bermakna jika seseorang "mengalami sendiri apa yang dipelajarinya" bukan "mengetahui" dari informasi yang disampaikan
itu sih
ya itu bener
learning by doing kalo kata temen-temen gue
kadang di satu sisi gue paham kalo gak semua orang akan paham apa yang ada dipikiran gue begitu pula gue ke orang
karena apa yang dipelajari dan yang dimaknai pun juga beda-beda
kalo dibilang gue pernah gak sampe ke puncak
ya, gue pernah
dan itu sangat melegakan buat gue
rasanya lu mungkin pengen banget ke puncak gunung
pemandangan yang lu damba-dambakan
sampe lu berfikir bahwa itulah yang berarti dari yang namanya naik gunung
ternyata gue salah
yang berarti dari naik gunung itu temen
'trusted no one'
karena gue punya list trauma salah satunya in 'friendship' life
tapi di luar itu, gue merasa itu sebuah pencapaian
gue mendapatkan award dibalik sebuah kegagalan
and it was not that bad
dan bukan saatnya untuk gue menyalahkan 'gara-gara siapa' gue gak sampe puncak
justru gue menyalahkan orang yang lebih mementingkan 'kesenangan dirinya' sampe dia cuma bisa nyalahin orang sakit dan nyesel karena gak sampe puncak
plisss yaaaa setelah dipikir
"gue bukan orang yang kayak gitu karena gue gak mau jadi orang yang kayak gitu."
jadi buat apa lu naik gunung?
"belajar."
"Naik gunung bukan cuma berani naik ke puncak, tapi juga berani turun demi temen yang sakit." -ai
"Tidak menaklukan apapun kecuali ego."
"Alam, bukan soal berapa banyak kau jelajahi, tapi soal berapa besar kau nikmati, syukuri."




No comments:
Post a Comment