well.........langsung aja ya
buku ini buku yang bisa membuat gue nangis terharu. sedih. tapi juga lucu di saat yang bersamaan. buku ini gue rasa bentuk lain dari sebuah motivational book tapi dibuat dalam bentuk novel, membuat lo yang baca jauh lebih tersentuh.
singkatnya, Lim Hwi Chan umur 27 tahun. hidup cuma sama kakak perempuannya - orang tuanya udah lama meninggal. selama hidupnya dia selalu bergantung sama kakaknya, sedangkan dia itu orang yang males-malesan - gak pernah kerja. pernah suatu saat dia nolongin orang yang dirampok tapi karna perampoknya kabur, jadi dia yang dituduh. dia pun di penjara.
setelah dia bebas dari penjara, dia luntang-lantung cari kerja. udah ngirim CV kemana-mana tapi gak ada yang mau nerima dia kerja, dengan alasan "mantan narapidana". dia merasa semua itu gak adil. dia merasa hidup dia gak adil. dia pun mem-blacklist keberadaan Tuhan dalam hidupnya karena alasan ketidakadilan itu.
Kakaknya yang setia dan melankolis ini selalu nangis karena adiknya Lim Hwi Chan. Hwi Chan sayang kakaknya dan selalu merasa bersalah membuat kakaknya nangis. tapi kakaknya selalu melakukan apa pun untuk membahagiakan dan menghidupi satu-satunya keluarga sedarahnya ini. suatu ketika Hwi Chan pernah hampir dituduh atas tindak kekerasan. satu-satunya yang percaya kalo bukan Hwi Chan yang melakukan cuma kakaknya. sampai akhirnya Hwi Chan punya bukti dan lolos dari tuduhan.
Hwi Chan kerja di toko 24 jam punya kakaknya. ada perasaan dalem dirinya kalo pekerjaan dia monoton. sampe ada seorang paman yang meletakkan koran di atas meja kasir dan memberi tanda pada iklan "Morning Star Club - Untuk mantan narapidana". Hwi Chan akhirnya mencari tau apa itu Morning Star Club dan bergabung dengan club itu.
semenjak itu hidup dia lambat laun berubah. bersama para mantan narapidana - Paman Park, Paman Kang, dan terakhir, Ketua. mereka merintis sesuatu yang setidaknya bisa menjadi obat untuk mereka sendiri - melakukan kegiatan sosial. dari situ, mata Hwi Chan terbuka. dari kehidupan sosial, mengenal cinta, sampai akhirnya..........dia percaya Tuhan.
"Tulis seratus surat, kalau masih belum diterima juga siapkan dua ratus lagi. Kalau dua ratus juga masih belum diterima juga, tulis tiga ratus surat lagi! Siapa tahu ada perusahaan yang tidak peduli apa kau mantan narapidana atau tidak...."
"........Lagi pula, kenapa takut untuk hidup?...."
"........Yang namanya laki-laki, harus berani melangkah."
- Ketua
".......Kenali dirimu sendiri. Tidak ada orang lain yang lebih mengetahui diri sendiri kecuali aku sendiri...."
".......Aku bahkan tidak pernah memohon apa pun pada-Mu yang aku anggap tidak ada ini......"
".......Engkau justru memberikan keuntungan berlipat-lipat dan mengembalikannya pada orang itu....."
"......Aku justru merasa terbebani jika Engkau memberi terlalu banyak."
-Lim Hwi Chan
No comments:
Post a Comment